logologologo
Login :: Forget :: Register

Utama DuniaOlahragaTeknologyHiburanKesehatanGaya HidupPerjalananArtis Pustaka cabang III

Berita Lainnya

Friday, 26/03/2010 15:23
Toyota dan Nissan Siap Luncurkan Mobil Murah
image
AKARTA- Sebanyak empat perusahaan automotif asal Jepang telah mengajukan proposal kepada pemerintah Indonesia untuk ikut terlibat dalam proyek pengembangan mobil murah dan ramah lingkungan (low cash and green car).

Demikian dipaparkan Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat di Jakarta, Kamis (25/3/2010). Keempat perusahaan tersebut, lanjutnya, adalah Daihatsu, Toyota, Suzuki, dan Nissan.

"Empat perusahaan mobil telah mengajukan proposal ke saya, untuk ikut serta dalam program pengembangan mobil murah dan ramah lingkungan, mereka sangat tertarik dalam program ini," katanya.   

"Saya baru saja ketemu dengan Presiden Direktur Nissan. Mereka menyerahkan proposal untuk bergabung. Sebelumnya juga ada Daihatsu dan yang lainnya. Kita membuka kesempatan kepada semua untuk bekerjasama. Silahkan ajukan proposal, kami akan menyeleksi sesuai keinginan pemerintah," ujarnya.

Selain keempat perusahaan mobil tersebut, Hidayat menuturkan, salah satu perusahaan mobil asal China juga sangat berminat untuk mengembangkan proyek ini.

"Siapa saja boleh masuk. Yang pasti kita patok harga jual mobil tersebut pada kisaran Rp70 juta - Rp80 juta, dan tidak boleh lebih dari angka itu. Harus memiliki kandungan lokal (local content) sekitar 60-70 persen," imbuhnya.

Hidayat mengatakan, keempat perusahaan tersebut menanyakan secara detail mengenai peluang pasar terhadap penyerapan mobil tersebut.  Dan Hidayat mengakui, pihaknya sangat menjamin peluang tersebut sangat besar. Karena,kata dia, didukung oleh peningkatan pendapatan perkapita masyarakat (income percapita).

"Pendapatan perkapita masyarakat Indonesia yang saat ini berkisar USD2.600 akan meningkat menjadi USD3.000 pada tahun depan. Dengan kenaikan income per capita, maka keinginan untuk membeli mobil yang kecil dan murah semakin besar,"jelasnya.

Indonesia, menurutnya, membutuhkan sekitar 100.000 - 200.000 unit mobil per tahun yang berjenis tersebut, dari kebutuhan pada saat ini  sekitar dari sekitar  500.000 per tahun. "Ini membuktikan pasar sangat besar," terangnya.

Hidayat berharap, realisasi program ini dapat dimulai pada akhir tahun 2011. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi ASEAN Ecomic Community yang akan mulai berjalan pada tahun 2015.

sumber: okezone



load in 0.0078 sec